Jumat, 28 Desember 2012

Tabel



Penggolongan usia di Gerakan Pramuka



Siaga
 7 - 10 Tahun
Penggalang
 11 - 15 Tahun
Penegak
 16 - 20 Tahun
Pandega
 21 - 25 Tahun

Baca Selengkapnya ...

Grafik

Grafik Keanggotaan Pramuka
Baca Selengkapnya ...

Sifat

Sifat

Orgnasasi Kepanduan Indonesia di seputaran tahun 1920-an.
Lambang Gerakan Pramuka (menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) adalah Tunas Kelapa, dikenakan pada kerah kiri baju pramuka dan Lambang WAGGGS yang dikenakan pada kerah kanan baju pramuka puteri. Sedangkan untuk putera, Lambang Gerakan Pramuka dikenakan pada kantung sebelah kiri, sedangkan Lambang WOSM pada kantung sebelah kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dikenakan pada lengan sebelah kanan baju Pramuka.
Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :
  • Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
  • Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
  • Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja
Baca Selengkapnya ...

Tentang Pramuka

Prinsip Dasar Kepramukaan

Lambang Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia
Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
  • Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam
  • Peduli terhadap dirinya pribadi
  • Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka

Metode Kepramukaan

Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:
  • Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
  • Belajar sambil melakukan kegiatan yang menyenangkan atau menghibur
  • Sistem berkelompok
  • Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik
  • Kegiatan di alam terbuka
  • Sistem tanda kecakapan
  • Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri
  • Kiasan Dasar

Keanggotaan

Gerakan Pramuka Indonesia memiliki 17.103.793 anggota (per 2011)[3] , menjadikannya gerakan pramuka terbesar di dunia.
Baca Selengkapnya ...

Tujuan Pramuka

Tujuan Kepramukaan

Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agara mereka bias:
  • Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
  • Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
  • Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.
Baca Selengkapnya ...

Sejarah Pramuka

Sejarah


Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung.[1] Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).[1] Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.[1]
Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan UU ini, maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan. [2]
Baca Selengkapnya ...

Foto Saya





Baca Selengkapnya ...
Rabu, 19 Desember 2012

Video Kegiatan Pramuka !


Baca Selengkapnya ...

Lambang Pramuka

Lambang Tunas Kelapa






Baca Selengkapnya ...

Pramuka Bisa !

Peserta Pelayaran Asia-Jepang
Kunjungi  Kwarnas Gerakan Pramuka
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada Rabu (28/11) menerima kunjungan 90 peserta The Ship for Southeast Asia Youth Program (SSEAYP) 2012. SSEAYP merupakan program pelayaran pemuda dengan rute Yokohama-Ho Chi Minh City-Bangkok-Singapore-Jakarta-Muara-Tokyo.
Berlayar selama sekitar 53 hari sejak tanggal 23 Oktober hingga 14 Desember 2012.  Pada perjalanannya peserta mengikuti kegiatan Country Program di setiap negara yang disinggahi, seperti pada 27-30 November 2012 peserta mengunjungi Indonesia.
Setelah sehari sebelumnya diterima Presiden SBY dan Gubernur DKI Jakarta. Tepat pada hari ini, sebanyak 90 peserta mengikuti kegiatan “Intitutional Visit” salah satunya kunjungan ke Kwarnas Gerakan Pramuka selain ke Museum Bank Mandiri dan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) di Jakarta.
Peserta yang hadir di Auditorium Kwarnas disambut oleh Kak Amoroso Katamsi, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Organisasi dan Kerjasama dan Kak Jana Thahjana Anggadiredja, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pendidikan dan Penelitian serta Pramuka Penegak dan Pandega dari Racana Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta.
Gerakan Pramuka yang sudah berpartisipasi sejak kegiatan pertama ini diluncurkan pada tahun 1974 dengan mengikutsertakan anggotanya, pada tahun 1978 juga tercatat ikut serta dengan Kak Jana sebagai salah satu alumni peserta SSEAYP tahun 1978, “waktu itu saya peserta mewakili Gerakan Pramuka bersama Kak Yetti,” Ungkap Kak Jana.
Lebih lanjut Kak jana juga menceritakan kenangan dan kesan selama mengikuti  kegiatan “Kenangannya banyak sekali karena ada misi dari negara Asian dan Jepang yang pada waktu itu untuk membuat hubungan lebih baik dimasa yang akan datang. Tujuannya mencari pemimpin di masa datang sifatnya seperti diplomat, karena setiap sampai disuatu negara peserta diajak bertemu kepala negara, menteri dan sebagainya,” jelas Kak Jana lebih lanjut.
“Saran saya memang jatah tidak mungkin banyak, tetap ikuti seleksi tapi kan ada kesempatan seleksi di daerah, ambil dan ikuti, siapa tahu terpilih, meski tidak mewakili Kwarnas tapi kan mewakili Gerakan Pramuka,” tambah Kak Jana. Sebab menurut Kak Jana kegiatan ini juga sebagai ajang mengetahui kegiatan kepramukaan di negara lain.
Tahun ini ada tiga peserta dari Indonesia yang mewakili Gerakan Pramuka, yaitu dari Sulawesi Selatan, Lampung dan NTB.  Rohaya Rahmadani atau Aya yang berasal dari NTB mengaku senang dapat mewakili Indonesia pada kegiatan SSEAYP. “Selain dapat memperkenalkan budaya saya juga bangga sebagai anggota Gerakan Pramuka dapat ikut kegiatan seperti ini,”
Baca Selengkapnya ...